my own way

law of colectivism

kolektivisme menjadi paham yang dibutuhkan saat ini, karena dengan menyusun kekuatan yang kolektif maka otoritas akan menjadi kuat. selain itu dengan adanya kolektivitas, penyaluran aspirasi pun juga akan di dengar dengan mudah. kata good governance, untuk menuntut penyeimbangan stakeholder (terutama masyarakat yang selalu menjadi objek) maka dibutuhkan suatu organisasi ataupun LSM untuk menyalurkannya. namun kolektivitas tak selamanya berdampak baik. saling ketergantungan dan keterpaksaan akan selalu muncul. dan beberapa hari terakhir saya berfikir, ternyata lingkungan yang kolektif membutuhkan beberapa hal:

  1. loyalitas kolektif: sebuah bentuk pengabdian terhadap kebersamaan yang di peroleh, dan terkadang harus memilih “kita atau dia”; “kita atau kamu”; “kita atau mereka” dan tak jarang pula pilihan kedualah yang menjadi korban dengan segudang argumen dan komitmen yang dipaparkan dengan tujuan mengingatkan (bukan mengingatkan lebih kepada pemaksaan secara tidak langsung)
  2. transparansi: transparan ada sebuah posisi dimana tidak ada yang disembunyikan, tranparansi dalam hal koletivisme selalu berhubungan dengan beberapa hal yang ada dan terjadi dengan diri kita. kejujuran, mungkin kata yang lebih bermoral yang menjadi kiasan atas keingin tahuan orang lain. tuntutan untuk terbuka dan tidak akuntabel ini membuat sedikit risih, timbul pertanyaan “apakah aku adalah kamu atau kalian” sehingga kalian ingin mengetahui semua tentangku? biarlah beberapa kejadian hanya aku dan diriku yang tahu. transparansi juga identik dengan keberadaan kita, ketika menghilang beberapa waktu, maka tidak hanya pertanyaan “kamu dimana?” itu yang muncul, namun juga pertanyaan “kemana aja, koq gak pernah muncul dan cerita, kamu anggep aku apa?”. hmm, hidupku bukan hidupmu sahabat kolektif
  3. prinsip timbal balik: kalau mau nyubit ya kudu mau dicubit. itu salah satu hukum yang harus kalian pahami di dalam dunia kolektif. didalam dunia kolektif tidak mengenal pertolongan yang ikhlas semuanya harus sebanding. satu pertolongan dibalas dengan satu bantuan, dan kelipatannya. tapi ketika bantuan tidak sebanding dengan pertolongan maka, orang yang menolong tidak pantas untuk meminta, padahal hak mereka untuk meminta timbal balik atas bantuan yg berlebih.

yah mungkin ini sedikit perhatianku terhadap kemajuan golongan kolektivisme, namun mohon maaf saya bukan penganut kolektivisme lagi. aku hanya menganut liberalisme, dan hanya mengakui satu orang yang akan aku bantu ketika dia butuh bantuan. :D


menarik jangkar dan berlayar bersama kapal perempuan

Assalamualaikum Wr. Wb

 

Berawal dari kengintahuan maksud dari feminisme dan emansipasi, lalu saya berangkat dari sejarah mencari tahu tentang emansipasi di Indonesia, karena saya ingin melihat bagaimana kondisi perempuan Indonesia ketika itu sehingga memunculkan ide emansipasi. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berisi surat-surat dari R.A Kartini menjadi tinjauan saya saat itu. Di dalam suratnya kartini bercerita tentang kehidupan gadis jawa yang sangat kaku dan harus patuh kepada adat istiadat serta agama. Keingintahuan Kartini membuat ia mendobrak situasi tersebut, namun Kartini hanya membuka pintu emansipasi, ia sangat berharap bahwa perempuan lain akan melanjutkan cita-citanya. Berangkat dari buku tersebut, saya mencoba berfikir apakah sebenarnya yang menjadi kebutuhan emansipasi perempuan Indonesia saat ini, lalu bagaimanakan konsep emansipasi untuk perempuan Indonesia. setelah saya membaca beberapa artikel dari web kapal perempuan ternyata permasalahan mendasar dari perempuan Indonesia saat ini hampir sama dengan kondisi Kartini dulu. Tiga hal yang saya catat dalam buku Kartini yang saya padukan dalam konteks perempuan Indonesia saat ini. Pertama, perempuan Indonesia masih belum memiliki cita-cita, seperti yang terjadi pada Tenaga Kerja Indonesia (TKI), beberapa daerah di provinsi Jawa Timur menjadi langganan pemberangkatan TKI, mereka memilih untuk menjadi TKI karena tergiur oleh tawaran gaji dan berbagai cerita yang dialami oleh para saudara dan tetangganya yang telah berangkat menjadi TKI, namun mereka tidak tahu bagaimana prosedur dan keamanan di sana. Seolah kehidupan mereka hanya untuk menjadi TKI, hal ini disebabkan ketiadaan informasi terkait hal tersebut.

Kedua, konsep emansipasi yang diusung oleh Kartini tidak dipahami secara menyeluruh, saya ingin memberikan konsep saya tentang emansipasi, sebelumnya saya hanya membaca sedikit literature tentang feminisme barat namun saya mencoba memahami permasalahan perempuan di Indonesia. Emansipasi menurut saya adalah cara agar perempuan memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, bukan menyamakan diri seperti kaum pria (bertingkahlaku seperti pria). Kesejajaran hak dengan pria dalam konteks kartini adalah pria bebas memilih jalan hidupnya menentukan kemana ia melangkah, dan tentunya bebas memperoleh pendidikan, bukan seorang perempuan yang mampu mengerjakan perkerjaan pria seperti tukang bangunan, kuli, atau buruh rendahan. Menurut saya pekerjaan tersebut adalah pandangan sempit dari seorang pria, dan jangan juga meniru pandangan tersebut. Pengembangan diri, menyamakan kedudukan dan hak perempuan lebih luas lagi. dengan emansipasi diharapkan perempuan Indonesia memiliki pengetahuan lebih tentang keterampilan, pendidikan, dan pengadvokasian diri yang lebih baik. Perempuan Indonesia dapat bercita-cita seperti pria, memilih pekerjaan seperti pria (seperti berpolitik, bekerja di kantor, menjadi manajer, dan berada diposisi depan bukan menjadi pekerja kasar atau buruh). Perempuan Indonesia juga tidak perlu dipaksa kapan harus menikah, seperti yang terjadi pada era Kartini, namun perempuan Indonesia memiliki kebebasan pula memilih untuk menentukan kapan mengakhiri masa lajang dan bebas memilih pria mana yang ia inginkan. Seperti itu lah saya mendeskripsikan emansipasi.

Ketiga, emansipasi terkadang terbentur dengan patriarki. Menurut saya, setiap manusia ketika dilahirkan telah memiliki kodrat yang telah di berikan oleh Tuhan. Kodrat perempuan dalam agama saya memang mengangkat derajat perempuan, namun disisi lain juga mengharuskan saya mengikuti kata suami. Saya merasa memang kodrat seorang istri adalah patuh kepada suami, kepatuhan seperti apa yang harus diikuti itu yang perlu dikonsepkan. Menurut saya seorang istri memang wajib ditegur oleh suami ketika ia bertindak “nuyuz” atau membangkang dan merusak nama baik keluarga, dan itupun dalam islam memiliki tahapan dalam proses menegur istri. Begitupula dengan istri ketika suami melakukan hal yang tidak sepantasnya istri juga berhak untuk menegurnya, bahkan menjatuhkan talaq. Dan dihukum perkawinan juga telah mengatur bagaimana hak dan kewajiban suami istri sehingga jika terjadi penganiayaan maka telah jelas pula hukumnya. Proses dominasi tidak akan terjadi selama semua manusia sadar dan memiliki rasa kemanusiaan dan saling menghargai satu sama lain. Begitu pula dengan adat, beberapa adat juga memuliakan perempuan. Perempuan dalam emansipasi adalah menjadikan perempuan lebih mandiri, bukan lebih segalanya dari pria seolah menjadi superhero yang sangat kuat dan tangguh. Saya teringat kutipan bahwa perempuan itu bukan berada diatas kepala untuk disanjung dan disembah, bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak, namun perempuan berada di tulang rusuk pria untuk dilindungi, dan dekat dengan hati untuk disayangi. Kemandirian perempuan mengartikan bahwa perempuan tidak tergantung kepada seorang pria, perempuan dapat mengadvokasi dirinya sendiri, perempuan dapat bekerja selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga, perempuan dapat diandalkan, sigap dan juga taktis seperti pria.

Namun disamping itu saya juga bangga kepada perempuan di Indonesia, seperti ibu saya, beliau memiliki peran ganda dan dapat mengkoordinasikan perannya dengan baik tanpa mengabaikan peran yang lain. Ibu bekerja pada kantor swasta menjadi seorang akuntan, setiap harinya ibu bangun pagi memperiapkan kebutuhan anaknya untuk berangkat sekolah dan menyiapkan keperluan sarapan, disamping itu beliau juga harus melaporkan presensi pekerjaan bapak seperti menulis tagihan dan sebagainya. Ketika pulang dari pekerjaannya, beliau masih aktif dalam organisasi dharma wanita dan masih sempat mengikuti pengajian di rumah. Dan semuanya ibu lakukan dengan baik, dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga ibu dibantu juga seorang tetangga yang dari siang hingga sore bekerja membantu membersihkan rumah. Saya menyebutnya ibu tambahan karena dengan adanya ibu tambahan dirumah menjadi tidak kesepian, saya berterimakasih kepada para perempuan-perempuan hebat yang hingga saat ini selalu memberikan saya pencerahan.

          Berbagai tulisan diatas membawa saya untuk ikut berjuang dalam mengembangkan potensi perempuan Indonesia, ingin membuat perempuan Indonesia bebas memiliki pilihan untuk menentukan hidupkan kearah yang lebih baik. Saya ingin setiap perempuan Indonesia ketika ditanya apa cita-cita mereka, mereka dapat menjawab lantang apa yang mereka inginkan dan mereka capai. Kapal Perempuan sebagai salah satu organisasi perempuan yang telah lama berdiri akan membantu mewujudkan impian saya. Dengan berbagai kegiatan yang dimiliki oleh Kapal Perempuan maka akan lebih mudah untuk saya mentransformasikan ide-ide saya menjadi sebuah bentuk kegiatan yang nyata. Besar harapan saya agar Kapal Perempuan terus berlayar ke sabang hingga merauke, menyapa semua perempuan di Indonesia dan memberikan senyuman-senyuman semangat bagi mereka. Akan sangat senang sekali jika saya diijinkan pula untuk berdiskusi lebih dalam tentang ini. Akhir kata, terimakasih atas kesempatan dan waktu Ibu untuk membaca semua ini, dan mohon maaf serta koreksi jika beberapa kalimat atau pemikiran ditulisan saya kurang berkenan, saya membuka lebar kritik atas apa yang saya tulis.

 

Wassalamualaikum Wr.Wb


inginku menjadi angin

benarlah apa yang dikatakan GIE, hal yang paling beruntung adalah tidak pernah di lahirkan, kalaupun dilahirkan namun mati muda, dan yang paling sial adalah mati tua. merasakan ganasnya kehidupan dunia “homo homini lupus” benar2 menjadi momok dunia saat ini. tidak ada yang sukarela di dunia ini, yang ada hanyalah hak dan kewajiban, tunaikan kewajiban maka hak akan diberikan, namun tak banyak juga hak ini di pangkas oleh beberapa oknum serigala. sungguh miris melihat kehidupan seperti ini.

jikalau aku dikehidupan mendatang di lahirkan kembali oleh Allah. maka aku akan memohon kepada Allah agar aku dilahirkan sebagai angin.

angin yang bebas, bebas pergi kemana dia suka, bebas masuk kedalam setiap celah dan rongga rumah, bebas mengelilingi dunia tanpa perlu berebut hak dan kewajiban. angin memiliki pikirannya sendiri, dimanapun dia berhembus memberikan kesegaran dan kesejukan. angin sepoi-sepoi yang aku suka, bermain di dahan dan dedaunan, menggoyang-goyangkan mereka, menyebarkan serbuk sari bagi tanaman. begitu menyenangkan.

angin itu bebas, aku suka angin :)



pulang ke malang„!! :D

saatnya jalan2 bersama mr. irawan„ kebun teh wonosari jadi pilihan piknik kita kali ini„ hehehehe :D


melangkolis dan buku

seperti yang sudah-sudah„ tipe orang melangkolis selalu dikaitkan dengan hal yang menyangkut perasaan yang mendalam. jadi intinya kemanapun dia pergi selalu diliputi perasaan yang lebay dan sangat sensitif. seperti halnya membaca buku. tipe orang melangkolis akan lebih cenderung membaca novel atau roman, namun hal itu tidak berarti apa-apa. gendre buku ditentukan oleh pembaca, dan pembaca bebas memilih lebih suka gendre buku apa. jujur saja, saya memang suka roman, novel atau komik, saya memilih itu bukan karena saya melangkolis, namun karena saya tertarik dengan isi novel tersebut, apalagi latar belakang pengarang novel/roman yang menjadi favorit saya. pramudya ananta tour, djenar maesayu, dee, dan ayu utami, beberapa jajaran pengarang favoritku.

ehm, ada satu lagi alasan mengapa saya suka novel/roman, pertama novel/roman memiliki bahasa diksi yang unik dan sangat indah, saya suka memperhatikan beberapa tipe pemilihan diksi dari masing-masing pengarang. dan dari semuanya tentu saja memiliki karakter yang berbeda. kedua, pernahkah membaca novel dengan cerita sejarah? sangat enjoy dan lebih asik baca sejarah dalam bentuk novel, informasi yang disampaikanpun lebih berasa, dan membawa pembaca masuk kedalam alam imajinasi penulis. tidak seperti membaca buku sejarah yang sangat tebal dan juga harus bertemu beberapa tahun kejadian tersebut. terlalu umum. ketiga, saya ingin belajar menulis sastra yang baik, dan tentu saja ingin menemukan karakter tulisan saya. untuk itu saya membutuhkan referensi dari berbagai sumber agar saya dapat menentukan karakter tulisan seperti apa yang akan saya pilih. 

beberapa pengungkapan alasan ini mungkin sangat penting mengingat banyak orang selalu berkata bahwa orang yang baca novel adalah orang yang melangkolis. dan adek kost saya, suka baca novel/komik/roman, namun dia tipe orang sanguin„ jadi subjektivitas itu akan gugur hahahahaha :D


dia, yang tak pernah berhenti berpikir

setelah baca beberapa older pos, sepertinya banyak banget dari tulusanku hanya menceritakan dirinya (plisss„ jangan buat dia makin terbang) hahaha„ tapi mau gimana lagi„ he’s my inspiration (NO DOUBT). dan semoga para pebaca blog yg isinya gak penting ini g mual-mual atau bahkan bosan dengan tulisanku. (emang ada yang baca?? percaya diri bgt dah). terserahlah apapun pendapat orang tentang blog ini„ yang penting saya mencoba untuk mengabadikan setiap kenangan yang saya miliki. otak manusia mungkin terbatas, seiring dengan berjalannya usia, maka kinerja otak akan semakin melemah (info ini saya dapat ketika masih belajar biologi) hehehe. sehingga saya berfikir, karena mungkin suatu hari nanti saya akan pikun atau bahkan amnesia, maka kenangan saya tidak akan hilang, kecuali admin tumblr, udah mogok kerja dan gak mau menjalankan tumblr lagi :)

eniwei, balik lagi ke ‘dia’ yang selalu menginspirasiku. sempat heran dengan kemampuan berpikir orang satu ini. sebenernya syaraf di otaknya gak pegel apa lelah gitu setelah lebih dari seharian berpikir. dan itu pemikiran yang super duper panjang dan banyak pertimbangan. bayangkan„ sebegitu padatnya kegiatan yg dia lakukan per harinya dan kegiatan ini terus menerus hingga beberapa bulan, bahkan mungkin selama satu semster. namun IP yg dia peroleh selalu cumlaude„ :D
bangga sekaligus penasaran, sebenernya dulu dia makan apa dah?? knapa begitu cerdas„ :D

buat irawan„ tunggu aja nanti q bakal menguak strategi dan trik kehebatanmu„ hohohoho (apadah..!!) yg jelas q akan selalu dukung kamu„ sampe kamu pulang dari rumahnya lenin dan hitler terus balik lagi ke indonesia


hukum newton

  1. Hukum Pertama Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya
  2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa mengalami gaya resultan sebesar  akan mengalami percepatan yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap gaya resultan dan berbanding terbalik terhadap massa.  
  3. Hukum Ketiga: Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.



always loving you.. :)


kutipan novel 9 matahari

Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku berkembang pesat. 

Tumbuh…tumbuh menjulang tinngi 

Menyentuh langit, mendekati matahari 

Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat, bersamanya jauh… kuikuti ke mana pun ia bermain. 

Terbang…terbanglah melayang tinggi… 

Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana 

Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata…sampaikan bahwa aku ada ! “ 


janji untuk negeri

Padamu negri kami berjanji
Padamu negri kami berbakti
Padamu negri kami mengabdi
Bagimu negri jiwa raga kami

Empat lirik yang sangat menggetarkan ketika dikumandangkan di tengah lapangan basket yang sangat megah, dan di tengah-tengah riuhnya opening ceremony basketball tournament yang diikuti oleh perwakilan siswa dan siswi SMA se-Malang Raya. Dan begitu menggelagarnya lagu “Padamu Negri” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta beserta panitia yang berada disana. Suara para generasi muda yang sangat bersemangat dan penuh perjuangan untuk meraih masa depan sangat aku rasakan. Perasaan merinding ketika lagu tersebut dinyayikan seolah-olah membuat aliran darahku mengalir deras, jantung berdebar dengan kencang dan membakar semangatku. Betapa aku sejak muda sudah berjanji kepada Indonesia untuk berbakti, dan mangabdi pada tanah air tercinta NKRI, karena Indonesia adalah jiwa ragaku.. Aku mulai merasa bahwa lagu itu sebagai pengingat akan janji para generasi muda untuk terus memberikan kontribusinya bagi Indonesia. Indonesia butuh kalian untuk menjadi lebih baik.


strategi putih abu-abu

Dimeja itu aku mengakhiri masa SMA ku

Dimana soal unas enam mata pelajaran membuatku dan kawan-kawan bangun lebih bagi dari biasanya untuk mempersiapkan (baca: ambil jawaban joki) keperluan untuk UNAS .
5menit sebelum bel tanda ujian dimulai kami melakukan briefing (baca: strategi nyontek yang jitu) agar tidak terdeteksi oleh para pengawas ujian 
Setelah itu kami merapikan baju (baca: menyembunyikan kertas jawaban didalam dasi atau di ditaroh di kantong) dan siap duduk di tempat masing-masing berdasrkan nomor urut ujian
Lembar jawaban yang pertama dibagi karena di dalamnya kita membubuhkan identitas diri kita (baca: sambil nulis jawaban yang udah dibawa mumpung sang pengawas lagi lengah) setelah semua data terlengkapi dengan baik dan benar. Kemudian lembar soal yang bertipe A dan B mulai dibagikan, kami tidak bisa memeriksa (baca: mengecek apakah tipe soal A dan B ada yang sama) lembar soal tersebut, sebelum bel tanda bahwa ujian dimulai berbunyi. Setelah bel berbunyi kami mulai mengerjakan soal ujian (baca: sambil kros cek apakah tipe soal A dan B memiliki kesamaan, dan ternyata BENAR memang soal A dan B memiliki kesamaan). Setelah dilakukan berbagi persiapan diatas, sekaranglah saatnya untuk menjalankannya (baca: ayoookkkk cocokan jawaban kitaaaaa) dengan cepat kami mengerjakan tanpa bersuara kecuali suara desisan “ssssttttt…sssstttt” atau “ehmm..ehmm” (baca: kode memanggil teman untuk bertanya).
Hahahahaha… begitu merindukannya saat itu, masa SMA ku yang begitu berwarna, dengan berbagai masalah muda mudi dan gejolak asmara dikala remaja. Sangat menyenangkan, membuatku tak henti tersenyum dan berbangga karena Allah telah memberikanku kesempatan untuk mengenal kalian wahai kawan-kawanku.. salam terhangat dari kostanku untuk seluruh teman yang sedang menimba ilmu dimana pun kalian berada ^^



micasaessucasa:

(via an apartment in paris | the style files)

dimana pun rumahnya asal bisa denganmu akan selalu jadi rumah yang nyaman :)


Passion…

Ternyata sungguh mudah untuk menemukan passion kita, hari ini aku membuktikannya, hanya dengan berbekal kegemaran membacaku, dan hobi mengunjungi gramedia, aku menemukan sesuatu yang menarik, sesuatu yang tentunya dapat membuatku tersenyum dan memandang lurus kedepan. Sebuah rencana yang indah. Secara tidak sadar ketika kita masuk kedalam suatu lingkungan tanpa tujuan, secara tidak sadar hati kecil kita berbicara, serta bersenyawa dengan syaraf motorik kita menggerakkan anggota badan menuju suatu tempat. Tujuan pertama saya setiap masuk ke toko buku adalah melihat buku sketsa bergambar. Naluri pelukis selalu muncul ketika aku mulai bosan dengan aktivitas disekitar. Lukisan dapat memahami bagaimana perasaanku saat ini, lukisan pula begitu natural, begitu bebasa, dan begitu terbuka. Aku bebas menggerakkan pinsil dan memilih warna sesuai seleraku. Dan aku tidak perlu menjadi seorang davinci untuk melukis, bahkan anak TK pun dapat menggambar, setiap gambaran adalah hasil murni dari bakat dan usaha manusia. tujuan selanjutnya adalah rak buku resep masakan. Makan adalah kebutuhan manusia untuk hidup, berbagai varian makanan yang menggugah selera tentunya akan memiliki nilai tambah bagi penikmatnya. Dengan makanan pula, aku dapat membahagiakan orang lain, harapan terbesar dari makanan adalah dapat membuat orang yang sebelumnya cemberut menjadi tersenyum setelah makan masakan yang aku buat. Betapa bahagianya dapat membahagiakan orang disekeliling kita. Makanan tidak akan pernah mati..!! itu yang aku katakan pada setiap orang. Tujuan selanjutnya adalah rak buku kerajinan tangan, sejak kecil aku tipe orang yang telaten, suka pada hal-hal yang unik dan tentuya aku buat sendiri. Kerajinan tangan sungguh menggugah hatiku untuk berkarya, sebuah rajutan atau selembar baju. Merajut termasuk kegiatan yang ingin aku pelajari, dengan merajut aku bisa berbagi kehangatan, sedikit berkhayal ketika nanti aku sudah memiliki cucu, aku akan membuatkannya topi atau syal yang aku rajut sendiri. Kehangatannya tidak akan tergantikan oleh syal yang indah yang terbuat dari wool (hahaha, imajinasi tingkat tinggi). Next destination, rak buku politik dan pemerintahan, untuk buku satu ini semi wajib untuk ditilik setiap ke toko buku. Buku-buku yang merupakan bagian dari perjuangan keilmuanku selama duduk di bangku perkuliahan, tidak akan pernah aku tinggalkan, akan aku perjuangkan untuk masa depanku. Modal utamaku adalah ilmu administrasi publik, paling tidak dari ilmu tersebut aku dapat menghasilkan pundi-pundi uang yang lebih banyak (amin). Finally, capek berputar-putar di toko buku, tujuan terakhir adalah rak buku bahasa sastra atau komik. Hiburan dikala jam kosong paling seru baca novel atau komik. Aku hobi menuliskan semua kelebay-an yang terjadi dihidupku dengan menulis. Dan membaca karya-karya sastra dapat memberikan angin segar dan pengetahuan untuk lebih menata setiap kalimat yang ingin aku tulis. Hmm„ kebiasaan mengunjungi berbagai rak buku ini tidak pernah aku perhatikan dan aku rasakan. Namun ketika kita sadar, maka kita dapat menarik sebuah benang merah dari kebiasaan kita ini. Well, dari cerita diatas aku berfikir, dan menata kembali idup yang semaunya akhir-akhir ini. Aku memilih untuk menjadi bagian dari makanan. Aku mulai merasakan nikmatnya memasak, ketika bertemu dengan irawan. Entah mengapa aku ingin memberikan sesuatu yang special hasil dari olahan tanganku. Dan mulai berkembang mengkreasikan makanan yang sederhana (karena kondisi kostan yang tidak memungkinkan). Berawal dari masakan sederhana dan instan untuknya, aku ingin mencoba tantangan masakan yang lebih kompleks. Ibu mendukung sekali rencana ini, mengingat dari dulu beliau ingin sekali buka sebuah restoran keluarga, namun apadaya, masak nasi pun kadang masih kacau (uuppss). Menjadi perempuan karir dipilih beliau, sehingga beliau rela untuk mendanai bahkan mensupport bisnis ini (hahahaha, dapet sumbangan modal). Memasak dan ilmu administrasi publik, dua hal yang sangat berbeda, pesan dari irawan “jadikan masak sebagai kerjaan sambilan saja”. Irawaaannn love u so much.. :3 entah apa yang harus aku katakan atas sebuah keajaiban ini, berkat dirimu aku menjadi tau bagaimana merencakanan hidup ini berdasarkan realitas. Untukmu, aku selalu berdoa, teruslah berjuang didunia pendidikan. Kamu suka sekali belajar dan membaca, aku akan terus mendukungmu untuk mencapai tingkat pendidikan tertinggi. Dan selalulah mencoba membaginya kepada lingkunganmu. Berikanlah feedback sebanyak kamu dapat memberikannya. Sesungguhnya timbal balik itu akan menjadi rizki yang berharga kelak. aminn :)


lost of passionate

malam ini, 6 maret 2012, seperti malam-malam sebelumnya, menatap lurus kearah layar datar dan sesekali melihat huruf-huruf dalam badan keyboard laptop tercinta. apa yang aku pikirkan hari ini?? NOTHING.. hal terbodoh yang pernah aku lakukan. semuanya berjalan sama, senin-minggu sama seperti yang lalu, didepan laptop dan tidak melakukan apapun, pagi hari dihabiskan dengan tidur, bangun, mandi, nyalain laptop, agak siang, beli makan, nunggu dia selesai kuliah, sorenya balik lagi ke kamar, nyalain laptop dan buka Ms. word, petang mandi, nyalain laptop lagi, beranjak cari makan, malam datang, menghadap ke laptop sampe jam 24.00, cuci muka, tarik selimut, dan tidur. rutinitas seperti ini aku lakukan setiap hari, gmn gak boring, dimana sisi tantangannya?? sehari dua hari mengunjungi dekanat memaparkan konsep mahakarya lalu melakukan rutinitas membosankan itu lagi..

mulai kehilangan rasa percaya diri, bahkan rencana yang sudah tertata dahulu, kini telah menguap ditelan waktu, ditelan penyesalan, dan ditelan kemalasan. ada apa dengan diriku akhir2 ini.. aku ingin mengembalikan semangatku, ingin kembali menatap impian itu dengan matang, dengan mata yang terbuka lebar. bahkan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan„ Tuhan„ berikan pencerahan kepada hambamu ini. tidak ada khazanah pengetahuan yang akan bertambah jika aku tetap berada dalam rutinitas yang sama, semuanya akan sama pula„ 

menangis.. dan menangis?? hanya itu yang selalu aku lakukan, mengutuk diri sendiri, dan membuat semuanya makin buruk..

percuma!! bahkan untuk bangkit dengan tangan sendiri aku tak mampu?? kenapa?? mengarapkan uluran tangan orang lain?? jangan berharap sesuatu yang tidak akan terjadi..!! kamu sekarang SENDIRI..!! sapa yang aku harapkan untuk menolong?? sepertinya ksatria malam sudah tidak realistis lagi, bahkan superman pun tidak akan bisa menolong..!!

TIDAK ADA CARA LAIN SELAIN BANGKIT DENGAN KEKUATAN SENDIRI..!! biarlah Tuhan dan kasih sayang nya yang akan membimbingku.. :)



fromme-toyou:

Dream a little dream…

Inside the treasure trove that is Tiffany & Co’s 1837 Collection in RUBEDO metal

thats nice stuff„ :)


16
To Tumblr, Love PixelUnion

We're updating Fluid!

Soon, we'll be updating the look and feel of this theme. Read about the changes here. You can easily turn off this notification in the theme customization panel.

Close